Berita+62 - Polisi menangkap ibu-ibu yang diduga sebagai wajah siswa sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan, setelah sebuah video insiden pemukulan tersebut muncul. Para ibu ditangkap di rumah.
"Setelah memberi tahu (korban) bahwa kami mengkonfirmasi dengan keluarga Daing Manteng (pelaku), kami mengambil ember dan mengamankannya di rumah pelaku," kata polisi. Iptu Bondan Wicaksono. (29/12/2019).
Pelaku ditangkap oleh unit Resmob dari Kepolisian Sektor Birmkanaya, setelah keluarga korban melaporkan pemukulan tersebut. Hingga saat ini, para pelaku masih berada di markas polisi Biringkanaya dan sedang diselidiki oleh polisi.
"Sementara itu, kami masih melihat saksi. Pertama, kami sedang menyelidiki, mengumpulkan semua pernyataan saksi di TKP pagi ini, dan kemudian, jika ada cukup bukti bahwa kami kemudian mengidentifikasi seorang tersangka," kata Bondan.
Dia mengatakan para ibu bersemangat karena bayi mereka dipukul di kepala. Bondan mengatakan, korban awalnya bermain sapu dan secara tidak sengaja memukul kepala anak pelaku.
"Kami bisa menginterogasinya karena putranya, yang terluka di kepalanya, sangat bersemangat. Itu dimulai pada 24 atau 23 sebelum Natal, dan korban ini bermain sapu di ruang kelas. Kepala putranya, "kata Bondan.
"Setelah itu, saya menemukan diri saya ketika saya mengambil kartu laporan, dan konfirmasi korban yakin bahwa korban telah mengaku bahwa ia telah dipukuli, tetapi secara kebetulan karena pada saat itu ia bermain sapu memukul seorang anak dari tersangka pelaku, sehingga ini terluka." Bondan menjelaskan.
Dia bertanya, "Ini sudah dikonfirmasi, dan dia bertanya-tanya, emosi meledak sampai akhir pemukulan."
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu di sebuah sekolah di Makassar menginfeksi wajah seorang siswa sekolah dasar yang dicurigai adalah viral di media sosial. Dalam klip video 30 detik, tampak bahwa para ibu dengan selimut biru memukul seorang anak yang duduk di ruang tamu sebagai kelas.

Ada ibu-ibu lain di ruangan itu. Sang ibu memiliki kesempatan untuk berbicara dengan anak yang dipukuli.
"Jika ada sesuatu, maka anakku, makan adalah makanan yang dia cintai," kata para ibu yang tidak terpapar.
Bocah itu berkata, "Aku tidak melihat bibi."
Kemudian para ibu memukul wajah anak itu. Bocah itu langsung menangis histeris.
"Jangan pukul wajah orang, Nyonya, jangan katakan itu," kata seorang ibu lain.










